<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4352369652017015978</id><updated>2011-04-21T19:31:50.207-07:00</updated><title type='text'>KUMPULAN   ARTIKEL  KESEHATAN</title><subtitle type='html'>Mudah - Mudahan Blog ini dapat bermanfaat bagi anda  ... ( SETYO BUDI )</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://keperawatan03.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatan03.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Setiya Budi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00169201909449638392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_MGVBweCrNts/SGIoEG95aII/AAAAAAAAAFs/4Dy7jWrIHhY/S220/Foto(240).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4352369652017015978.post-3479856042198741686</id><published>2008-06-24T07:36:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T07:37:54.054-07:00</updated><title type='text'>DIBETES  PENGARUHI  KEHIDUPAN SEX</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="605"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judulteaser" height="81" valign="top"&gt;&lt;table class="normaltext" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Diabetes jelas memengaruhi kehidupan seks. Pengguna insulin misalnya, perlu menimbang efek aktivitas seksual yang akan dilakukan, terutama terhadap kemungkinan turunnya gula darah setelah berhubungan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;/tr&gt;                  &lt;tr valign="top"&gt;                 &lt;td&gt;Berkonsultasi terbuka pada dokter merupakan pilihan bijak bila kondisi semakin buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan yang lazim disarankan untuk dipertimbangkan oleh penderita diabetes (diabetesi) sebelum melakukan hubungan seks, misalnya: memeriksa kadar gula darah. Tindakan ini barangkali menyebalkan, tetapi tetap lebih baik dilakukan dibanding perjuangan memulihkan anjloknya kadar gula darah yang mungkin terjadi setelah kegiatan di ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan tepat sebelum atau sesudah berhubungan intim juga bermanfaat dilakukan sebagaimana disarankan setelah berolahraga. Pertimbangkan pula untuk makan snack (ngemil) sebelum tidur. Diabetesi yang tergantung suntikan insulin juga perlu menjadwalkan penyuntikan selama berhubungan seks untuk menghindari reaksi gula darah yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah antara lain, menurut situs endocrinologist .com, manfaat diabetesi bersikap terbuka pada dokter, khususnya dalam kehidupan seksual. Satu hal yang perlu diingat para diabetesi, adalah lazim bagi semua orang, baik pria maupun wanita, pernah mengalami gangguan seksual setidaknya sekali dalam hidupnya, entah mereka menderita diabetes atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski orang sering enggan membicarakan gangguan tersebut dengan dokter, harus diyakini bahwa dokterlah yang terbiasa menangani keluhan seperti itu dan mencarikan solusi sebagai jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak persoalan yang berkaitan dengan unjuk kerja seksual disebabkan oleh masalah fisik, misalnya terkait dengan obat yang digunakan untuk merawat gangguan fisik yang terjadi. Kadang pula gangguan seksual muncul akibat masalah psikologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, penting membicarakan gangguan seksual yang terjadi dengan dokter untuk memastikan sumber utama permasalahannya sebelum diputuskan cara-cara penanganannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada wanita, pengendalian diabetes kadang harus memperhitungkan siklus menstruasi. Pilihan penggunaan alat kontrasepsi juga harus disesuaikan dengan diabetes yang dideritanya. Kehamilan dan menopause juga akan menjadi pertimbangan tersendiri dalam pengendalian gula darah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang perlu dipahami oleh para diabetesi, bila kadar glukosa darah tetap dibiarkan tinggi dalam jangka panjang, saraf atau aliran darah ke organ-organ seksual akan rusak. Inilah sebabnya fungsi seksual para diabetesi mudah terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita penderita diabetes mungkin sekali akan mengalami masalah dalam pengendalian kandung kemih atau menderita gangguan yang disebut neuroqenic bladder. Untuk mencegah gangguan ini menyerang, biasanya dokter akan menyarankan diabetesi wanita yang mengalami gangguan tersebut untuk mengosongkan kandung kemihnya sebelum dan sesudah berhubungan seksual. Pengosongan kandung kemih (kencing) setelah berhuhungan seks ini juga akan membantu mencegah untuk terkena infeksi kandung kemih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, rusaknya saraf dan pembuluh darah juga akan membuat perlendiran vagina sebagai respon seksual menjadi berkurang. Ini akan menyebabkan vagina tetap kering meski terjadi perangsangan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akibatnya, kegiatan seksual akan dirasakan menjadi tidak nyaman. Rasa tidak nyaman ini pada gilirannya akan membuat minat berhubungan seks pada wanita dengan diabetes jauh menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada diabetesi pria, tentu saja, kekhawatiran utama akibat rusaknya saraf dan alirah darah ke organ seksual adalah impotensi. Seiring dengan pertambahan usia, impotensi merupakan ancaman nyata bagi pria normal dan pria dengan diabetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impotensi banyak menimpa pria usia 50 tahunan atau lebih, dan pria dengan diabetes memiliki risiko yang lebih besar. Antara 50 hingga 60 persen pria dengan diabetes berusia di atas 50 tahun terserang impotensi dengan gradasi yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud impotensi disini adalah seringnya tidak mampu, bukan cuma kadang-kadang, memperoleh dan mempertahankan ereksi. Disebut-sebut, pria dengan diabetes juga memiliki kemungkinan 10 hingga 15 tahun lebih awal untuk mengalami gangguan ereksi dibanding pria tanpa diabetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impotensi bisa disebabkan oleh gangguan fisik dan psikologis. Impotensi karena gangguan psikologis bisa terjadi tiba-tiba, sedang impotensi karena gangguan fisik datang perlahan-lahan, dimulai dengan kurang kencangnya kadar ereksi, berkurangnya kadar keseringan memperoleh ereksi, terus memburuk seiring perjalanan waktu, dan akhirnya tak mampu memperoleh ereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pria dengan diabetes, umumnya gangguan itu disebabkan oleh memburuknya saraf atau pembuluh darah ke organ seksual. Jadi, misalnya, bila pembuluh darah yang rusak menghambat aliran darah ke penis, penis tak akan bisa ereksi lagi. Demikian pula bila saraf yang memberi isyarat pada penis rusak, penis juga tidak mampu ereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan Cara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang biasa dianjurkan bagi pria dengan diabetes untuk menghindari impotensi akibat gangguan psikologis adalah memelihara terkendalinya glukosa darah, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan menjaga supaya tekanan darah tetap normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila gangguan yang dialami semakin mengkhawatirkan, berbicara secara terbuka dengan dokter untuk menemukan akar masalah, harus menjadi pilihan. Memastikan penyebab impotensi, yang harus dilakukan sebelum langkah perawatan ditentukan, mungkin akan mencakup sejumlah tes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari evaluasi, dokter sangat perlu memperoleh informasi obat apa saja yang selama ini dikonsumsi, termasuk obat yang dikonsumsi tanpa resep dokter karena obat-obatan ini mungkin ikut menjadi penyebab impotensi. Jika benar obat-obatan ini yang menjadi penyebab impotensi, biasanya dokter akan mengubah atau menyesuaikan sesuai kondisi pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dokter sekarang memiliki beragam tawaran untuk perawatan impotensi. Bila masalahnya berakar dari masalah psikologis, dokter akan merujuk psikiater atau terapis yang ahli di bidang masalah seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila sumber masalahnya adalah fisik atau fisiologis, pilihan perawatan yang bisa dilakukan dokter termasuk pula menyuntikkan obat langsung ke penis untuk memperoleh ereksi yang bisa berlangsung 30 hingga 60 menit, yaitu menggunakan pompa vakum untuk menghasilkan ereksi, dan memasang suatu alat (protesis penis) di dalam penis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja banyak manfaat dan risiko yang harus dipertimbangkan dengan pilihan cara tersebut. Sayangnya, hanya dokter yang tahu persis manfaat dan risikonya. Karena itu, datanglah ke dokter untuk memperoleh bantuan.&lt;br /&gt;               &lt;b&gt;(idionline/KCM)&lt;/b&gt;  &lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;              &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;              &lt;!-- #EndEditable --&gt;                        &lt;/td&gt;                       &lt;td rowspan="2" width="20"&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="10"&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                                                                            &lt;img src="http://www.keluargasehat.com/img/bar-bawah1.jpg" usemap="#Map2" border="0" height="42" width="780" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4352369652017015978-3479856042198741686?l=keperawatan03.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatan03.blogspot.com/feeds/3479856042198741686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4352369652017015978&amp;postID=3479856042198741686' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/3479856042198741686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/3479856042198741686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatan03.blogspot.com/2008/06/dibetes-pengaruhi-kehidupan-sex.html' title='DIBETES  PENGARUHI  KEHIDUPAN SEX'/><author><name>Setiya Budi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00169201909449638392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_MGVBweCrNts/SGIoEG95aII/AAAAAAAAAFs/4Dy7jWrIHhY/S220/Foto(240).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4352369652017015978.post-3418639723592284293</id><published>2008-06-24T07:34:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T07:35:35.133-07:00</updated><title type='text'>DARAH TAK LANCAR PICU SERANGAN JANTUNG</title><content type='html'>Gaya hidup yang tidak sehat sangat berpengaruh pada timbulnya timbunan plak dan lemak pada dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah tidak lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                     Untuk mengatasinya, pola makan yang seimbang perlu dijaga, berhenti merokok dan olahraga teratur, serta mengonsumsi suplemen herbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sirkulasi darah yang baik dihasilkan oleh kerja sama antara jantung, darah, komponen-komponennya, serta pembuluh darah itu sendiri," kata ahli jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Prof Dr Budhi Setianto, dalam jumpa pers, Kamis lalu, di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terjadi gangguan pada salah satu komponen itu, lanjut Budhi, sirkulasi darah akan terganggu. Akibatnya, suplai darah tidak mencukupi kebutuhan hingga dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan gangguan fungsi organ tubuh lain. "Untuk itu, peredaran darah yang lancar sangat penting bagi kesehatan kita," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirkulasi darah yang baik merupakan faktor sangat penting untuk menghindari risiko penyakit serius seperti gangguan sirkulasi darah otak atau stroke. Gejalanya antara lain pusing, nyeri seperti ditusuk-tusuk dan lemas. Sebab, darah membawa nutrisi, oksigen, dan unsur lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Sumali Wiryowidagdo dari Pusat Studi Obat Bahan Alam Departemen Farmasi FMIPA Universitas Indonesia obat herbal berkhasiat untuk memperlancar peredaran darah tanpa ada efek samping. "Obat herbal yang berkhasiat harus aman digunakan dan tidak menimbulkan toksisitas," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis tanaman sebagai bahan suplemen herbal yang berkhasiat untuk memperlancar sirkulasi darah yakni crataegus oxyacantha, melissa officinalis, ginkgo biloba, bawang putih, morinda citrifolia (mengkudu), dan vitamin E yang natural atau terbuat dari bukan sintetis.&lt;br /&gt;               &lt;b&gt;(Idionline/KCM)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4352369652017015978-3418639723592284293?l=keperawatan03.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatan03.blogspot.com/feeds/3418639723592284293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4352369652017015978&amp;postID=3418639723592284293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/3418639723592284293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/3418639723592284293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatan03.blogspot.com/2008/06/darah-tak-lancar-picu-serangan-jantung.html' title='DARAH TAK LANCAR PICU SERANGAN JANTUNG'/><author><name>Setiya Budi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00169201909449638392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_MGVBweCrNts/SGIoEG95aII/AAAAAAAAAFs/4Dy7jWrIHhY/S220/Foto(240).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4352369652017015978.post-7159833905919398216</id><published>2008-06-24T07:33:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T07:34:27.898-07:00</updated><title type='text'>KITA HARUS PEDULI  DIABETES</title><content type='html'>Sampai saat ini masih banyak orang yang mengganggap penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang mungkin menjadi pasien diabetes, tua ataupun muda, termasuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                     Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah diabetes melitus (DM). Pada tahun 2006 ini diperkirakan terdapat 14 juta orang dengan diabetes, tetapi baru 50 persen yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30 persen yang datang berobat teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diabetes (kencing manis) adalah penyakit di mana tubuh penderitanya tidak bisa mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Jadi penderita mengalami gangguan metabolisme dari distribusi gula oleh tubuh sehingga tubuh tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, terjadi kelebihan gula di dalam darah sehingga menjadi racun bagi tubuh. Sebagian glukosa yang tertahan dalam darah tersebut melimpah ke sistem urine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diabetes adalah penyebab utama kebutaan, amputasi, kanker pankreas, stroke, serangan jantung dan ginjal. Bahkan DM membunuh lebih banyak dibandingkan dengan HIV/AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, menurut Prof.Dr.Sidartawan Soegondo, dr,SpPD,KEMD dari Pusat Diabetes Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, diabetes tidak punya gejala fisik khusus, sehingga penderita tidak menyadari datangnya penyakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biasanya yang dikeluhkan hanya rasa lelah, jika pasien berobat, dokter jarang yang langsung mengukur gula darahnya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala lain yang timbul pada penderita antara lain penglihatan kabur hingga mengakibatkan kebutaan, luka yang lama sembuh, kaki terasa kebas, geli atau merasa terbakar, infeksi jamur pada saluran reproduksi perempuan, dan impotensi pada pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah penderita diabetes di daerah perkotaan di Indonesia pada tahun 2003 adalah 8,2 juta orang, sedangkan di daerah pedesaan 5,5 juta orang. Diperkirakan, 1 dari 8 orang di Jakarta mengidap diabetes. Tingginya jumlah penderita di daerah perkotaan, antara lain disebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat penghasilan cukup, orang jadi makan secara berlebihan. Selain itu minimnya aktivitas fisik membuat orang jadi kegemukan. Kemana-mana tinggal naik mobil, di ujung gang pun sekarang banyak ojek, akhirnya makin sedikit orang yang jalan kaki," papar Sidartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang memiliki risiko tinggi terkena diabetes adalah yang memiliki riwayat keluarga mengidap diabetes, memasuki usia di atas 40 tahun, kegemukan, tekanan darah tinggi, selain tentu saja pola makan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kita termasuk dalam satu atau dua dari faktor risiko tersebut, paling tidak lakukan tes gula darah setahun sekali, ini karena risiko diabetes setiap tahunnya meningkat 30 persen" ungkap Sidartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena diabetes sulit disembuhkan sepenuhnya, sudah saatnya kita melakukan tindakan pencegahan, antara lain tidak makan berlebihan, menjaga berat badan, dan rutin melakukan aktivitas fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penderita DM, lakukan konsultasi secara berkala dengan dokter, selain itu dituntut sikap disiplin dan kepatuhan dalam mengonsumsi obat maupun suntik insulin agar tidak terjadi komplikasi penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga juga dapat secara efektif mengontrol diabetes, antara lain dengan melakukan senam khusus diabetes, berjalan kaki, bersepeda, dan berenang. Diet dipadu dengan olahraga merupakan cara efektif mengurangi berat badan, menurunkan kadar gula darah, dan&lt;br /&gt;mengurangi stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan risiko terkena serangan jantung, serta memacu pengaktifan produksi insulin dan membuatnya bekerja lebih efisien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4352369652017015978-7159833905919398216?l=keperawatan03.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatan03.blogspot.com/feeds/7159833905919398216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4352369652017015978&amp;postID=7159833905919398216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/7159833905919398216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/7159833905919398216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatan03.blogspot.com/2008/06/kita-harus-peduli-diabetes.html' title='KITA HARUS PEDULI  DIABETES'/><author><name>Setiya Budi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00169201909449638392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_MGVBweCrNts/SGIoEG95aII/AAAAAAAAAFs/4Dy7jWrIHhY/S220/Foto(240).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4352369652017015978.post-2901524850676908175</id><published>2008-06-24T07:31:00.002-07:00</published><updated>2008-06-24T07:33:07.454-07:00</updated><title type='text'>GAGAL GINJAL KENALI SEJAK DINI</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="605"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judulteaser" height="81" valign="top"&gt;&lt;table class="normaltext" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Penyakit ginjal memang tidak menular, tetapi menimbulkan kematian dan dibutuhkan biaya mahal untuk pengobatan yang terus berlangsung seumur hidup pasien. Karenanya peningkatan kesadaran dan deteksi dini akan mencegah komplikasi penyakit ini menjadi kronis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;/tr&gt;                  &lt;tr valign="top"&gt;                 &lt;td&gt;Menurut Prof.Dr.dr.Endang Susalit, SpPD-KGH, dari Divisi Ginjal Hipertensi FKUI, penyakit ginjal disebut kronik jika kerusakannya sudah terjadi selama lebih dari tiga bulan dan lewat pemeriksaan terbukti adanya kelainan struktur atau fungsi ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penyakit ginjal kronik terjadi penurunan fungsi ginjal secara perlahan sehingga terjadi gagal ginjal yang merupakan stadium terberat penyakit ginjal kronik. Jika sudah sampai stadium ini, pasien memerlukan terapi pengganti ginjal berupa cuci darah (hemodialisis) atau cangkok ginjal yang biayanya mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat ginjal yang kita miliki memang hanya 150 gram atau sekitar separuh genggaman tangan kita. Tetapi fungsi ginjal sangat strategis dan mempengaruhi semua bagian tubuh. Selain mengatur keseimbangan cairan tubuh, eletrolit, dan asam basa, ginjal juga akan membuang sisa metabolisme yang akan meracuni tubuh, mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenali tandanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ginjal sering tanpa keluhan sama sekali, tidak jarang seseorang kehilangan 90 persen fungsi ginjalnya sebelum mulai merasakan keluhan. Pasien sebaiknya waspada jika mengalami gejala-gejala seperti: tekanan darah tinggi, perubahan jumlah kencing, ada darah dalam air kencing, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki, rasa lemah serta sulit tidur, sakit kepala, sesak, dan merasa mual dan muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dapat terkena penyakit ginjal, namun mereka yang disarankan melakukan pemeriksaan dini adalah orang yang memilik faktor risiko tinggi, yakni mereka yang memiliki riwayat darah tinggi di keluarga, diabetes, penyakit jantung, serta ada anggota keluarga yang dinyatakan dokter sakit ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi ginjal kita. Yang paling umum adalah pemeriksaan urin. Adanya protein atau darah dalam kencing menunjukkan kelainan dari ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kita juga bisa melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kreatinin dan urea dalam darah. Jika ginjal tidak bekerja, kadar kedua zat itu akan meningkat dalam darah. Pemeriksaan lanjutan untuk mengenali kelainan berupa pemeriksaan radiologis dan biopsi ginjal. Biasanya pemeriksaan ini atas indikasi tertentu dan sesuai saran dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup sehat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan ginjal bisa dicegah dengan berbagai cara, terutama dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berhenti merokok, memperhatikan kadar kolesterol, kendalikan berat badan, menghindari kekurangan cairan dengan cukup minum air putih tidak lebih dari 2 liter setiap hari. "Minum air secara berlebihan justru akan merusak ginjal," kata Dr.David Manuputty, SpBU dari RSCM Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain gaya hidup sehat, lakukan pemeriksaan kesehatan tahunan pada dokter, mintalah pula agar urin Anda diperiksa untuk melihat adanya darah atau protein dalam urin. Yang tak kalah penting, berhati-hatilah dalam menggunakan obat anti nyeri khususnya jenis obat anti inflamasi non steroid.&lt;br /&gt;               &lt;b&gt;(Idionline/KCM)&lt;/b&gt;  &lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;              &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;              &lt;!-- #EndEditable --&gt;                        &lt;/td&gt;                       &lt;td rowspan="2" width="20"&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="10"&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                                                                            &lt;img src="http://www.keluargasehat.com/img/bar-bawah1.jpg" usemap="#Map2" border="0" height="42" width="780" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4352369652017015978-2901524850676908175?l=keperawatan03.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatan03.blogspot.com/feeds/2901524850676908175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4352369652017015978&amp;postID=2901524850676908175' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/2901524850676908175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/2901524850676908175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatan03.blogspot.com/2008/06/gagal-ginjal-kenali-sejak-dini.html' title='GAGAL GINJAL KENALI SEJAK DINI'/><author><name>Setiya Budi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00169201909449638392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_MGVBweCrNts/SGIoEG95aII/AAAAAAAAAFs/4Dy7jWrIHhY/S220/Foto(240).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4352369652017015978.post-3525480001275654346</id><published>2008-06-24T07:31:00.001-07:00</published><updated>2008-06-24T07:31:52.166-07:00</updated><title type='text'>BATUK PADA LANSIA, TANDA JANTUNG TERGANGGU</title><content type='html'>Jika selama ini batuk hanya dihubungkan dengan gangguan pada paru-paru ternyata kita keliru. Hasil riset terbaru yang dilakukan masyarakat Paru dan pengobatan masalah pernafasan (DGP) di Werne, Jerman mengatakan pria usia lanjut yang perokok dan mengalami batuk-batuk umumnya berisiko menghadapi penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                     Dalam riset mereka dilaporkan, setiap satu di antara lima penderita COPD (Penyakit Paru Obstruktif kronik), terminology medis bagi batuk-batuk yang diderita perokok, jelas membawa pengaruh pada gangguan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko tersebut makin bertambah apabila pasien sudah menderita masalah kesehatan jantung. Masalah jantung merupakan akibat dari penyempitan pembuluh darah yang diakibatkan dari kebiasaan merokok, kata Profesor Dieter Koehler, ketua DGP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal itu menambah tekanan pada pembuluh darah, dan tak lama kemudian paru-paru tak dapat lagi memperoleh oksigen yang cukup sehingga tak lama berselang jantung mulai berdetak lebih cepat dan menjadi lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan berat badan atau kegemukan adalah faktor lainnya karena makanan yang berlemak juga dapat mempersempit pembuluh darah akibat terjadi penebalan pada dinding pembuluh darah bagian dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien COPD juga harus dapat memastikan dokter mereka memantau detak jantung mereka dan mendengarkan kalau-kalau ada irama jantung yang lain dari kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semakin cepat pasien yang mengalami gangguan ritme jantung ditangani maka semakin besar kesempatannya untuk pulih dari penyakit tersebut," kata Koehler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafas terengah-engah (nafas pendek) dan lemahnya denyut jantung dapat ditangani dengan obat-obatan. Latihan olahraga ringan juga baik dilakukan asalkan hal itu telah dikonsultasikann dan berada dibawah pengawasan dokter.&lt;br /&gt;               &lt;b&gt;(Idionline/Net)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4352369652017015978-3525480001275654346?l=keperawatan03.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatan03.blogspot.com/feeds/3525480001275654346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4352369652017015978&amp;postID=3525480001275654346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/3525480001275654346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/3525480001275654346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatan03.blogspot.com/2008/06/batuk-pada-lansia-tanda-jantung.html' title='BATUK PADA LANSIA, TANDA JANTUNG TERGANGGU'/><author><name>Setiya Budi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00169201909449638392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_MGVBweCrNts/SGIoEG95aII/AAAAAAAAAFs/4Dy7jWrIHhY/S220/Foto(240).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4352369652017015978.post-2653639927796898173</id><published>2008-06-24T07:29:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T07:30:27.429-07:00</updated><title type='text'>CERMATILAH OBAT UNTUK DEMAM BERDARAH</title><content type='html'>Masih banyak orangtua yang menganggap demam sebagai hal yang lumrah, begitupun dengan upaya penanganannya. Terkait dengan demam berdarah dengue (DBD) yang kini masih mengancam, para orangtua semestinya mengetahui tidak semua demam pada DBD bisa diatasi dengan semua jenis obat penurun demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                     Menurut dokter Hendrawan Nadesul, pada kasus DBD sebaiknya hindari memilih obat anti demam golongan asam salisilat (acetylsalicylate) dan ibuprofen. Kendati obat golongan ini mampu meredakan demam lebih kuat namun efek sampingnya malah memperburuk penyakit DBD. "Efek buruk obat golongan ini berpotensi menimbulkan perdarahan dan sindroma Reye. Itu berarti memperburuk penyakit DBD," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus dengue, sebaiknya ditangani dengan obat penurun demam yang aman. "Obat yang aman untuk menurunkan demam dengue adalah parasetamol yang diikuti dengan asupan cairan yang cukup seperti oralit, jus buah, susu, dan sebagainya," papar dr.Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Trop Paed, dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan oleh Hindra, demam adalah suatu tanda adanya infeksi di dalam tubuh. "Demam diperlukan tubuh untuk menetralisir kuman atau virus," katanya. Pemberian obat penurun demam pun menurut Hindra hanya diperlukan pada fase demam yakni hari kedua dan ketiga dalam perjalanan penyakit DBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika suhu tubuh anak sudah di atas 38 derajat, berikan segera obat penurun demam golongan parasetamol dengan dosis 10 mg selang empat jam," jelas Hindra. Pada anak, suhu tubuh normal berkisar antara 36 - 37,5 derajat Celcius. "Jika suhu tubuhnya mencapai 39 derajat, segera kompres dengan air hangat," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan survei yang dilakukan AC Nielsen di tahun 2006, terungkap 78 persen konsumsi obat penurun demam anak di wilayah perkotaan di Indonesia adalah produk yang mengandung asam salisilat, sedangkan yang mengonsumsi paracetamol 19 persen dan ibuprofen 2 persen. Sebenarnya konsumsi obat penurun demam golongan asal salisilat dan ibuprofen aman, namun tidak dianjurkan pada anak dengan demam dengue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut standar organisasi kesehatan dunia (WHO), obat anti demam dengue yang aman adalah paracetamol. "Ibuprofen tidak dianjurkan karena dapat menurunkan trombosit dan menyebabkan perdarahan organ dalam. Sedangkan asam salisilat diduga akan menimbulkan sindroma Reye (gangguan fungsi hati) dan merangsang lambung," jelas Hindra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini obat antidemam (antypyreticum) memang dijual bebas, para orangtua pun cenderung memilih obat secara acak berdasarkan khasiatnya bukan segi keamanannya. Menurut data AC Nielsen, 88 persen para ibu memang membaca label namun yang lebih diperhatikan adalah dosis dan tanggal kadaluarsa, bukan golongan obatnya.&lt;br /&gt;               &lt;b&gt;(Idionline/KCM)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4352369652017015978-2653639927796898173?l=keperawatan03.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatan03.blogspot.com/feeds/2653639927796898173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4352369652017015978&amp;postID=2653639927796898173' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/2653639927796898173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/2653639927796898173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatan03.blogspot.com/2008/06/cermatilah-obat-untuk-demam-berdarah.html' title='CERMATILAH OBAT UNTUK DEMAM BERDARAH'/><author><name>Setiya Budi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00169201909449638392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_MGVBweCrNts/SGIoEG95aII/AAAAAAAAAFs/4Dy7jWrIHhY/S220/Foto(240).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4352369652017015978.post-3691282392010191360</id><published>2008-06-24T07:27:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T07:29:17.789-07:00</updated><title type='text'>FAKTA SEPUTAR  SAKIT KEPALA</title><content type='html'>Pusing alias sakit kepala bagi banyak orang sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Penasaran soal ada apa di balik pusing kepala? 11 fakta ini mungkin bisa sedikit mengurangi pusing anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                     Pusing selalu datang tiba-tiba. Di kantor, di rumah, atau ketika masih di perjalanan. Sebabnya juga tak selalu sama, bahkan kadang tidak jelas apa penyebabnya. Duh, makin pusing jadinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jangan bingung dulu. Sebelas fakta soal pusing yang dilansir health24, Selasa (20/3/2007) ini mungkin bisa sedikit memberi pencerahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pada masa Yunani kuno sakit kepala diobati dengan meminum teh beraroma peppermint. Selain teh, ramuan campuran camomile, rosemary, dan lavender juga dipercaya dapat mengurangi rasa sakit kepala ringan. Campuran kentang, kol, dan bawang untuk mengompres kepala juga sering digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sakit kepala karena serangan balik. Sakit jenis ini terjadi karena seseorang terlalu banyak meminum obat sakit kepala. Sakit ini tak akan berhenti sampai orang tersebut menghentikan obat-obat sakit kepala yang biasa diminumnya. Konsumsi obat sakit kepala yang terlalu sering bisa merusak ginjal dan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Asumsi yang mengatakan migren adalah penyakit turunan memang nggak sepenuhnya salah. Anak-anak yang mengalami migren umumnya memiliki salah satu keluarga dekat yang mengalami hal sama. Jika salah satu orang tua mengalami migren, maka anaknya memiliki 50% kemungkinan sering terserang migren alias sakit kepala sebelah. Tapi jika kedua orang tua penderita migren maka kemungkinannya naik sampai 75%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sakit kepala umumnya tidak berbahaya. Memang sakit kepala menimbulkan rasa tidak nyaman yang amat sangat dan kadang-kadang membuat seseorang tak berdaya, tapi umumnya sakit kepala tidak berbahaya. Sakit kepala ringan semacam ini bisa disembuhkan oleh obat pusing yang tersedia di supermarket atau berbaring sejenak di ruangan gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pusing karena puasa disebabkan karena rendahnya gula darah. Faktor lain penyebab pusing antara lain, stress, polusi, suara gaduh, merokok, kilatan cahaya, dan beberapa jenis makanan penyebab pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Migren sangat berhubungan dengan naik-turunnya hormon. Banyak wanita yang terserang migren beberapa hari sebelum menstruasi. Sebagian wanita lainnya justru menderita migren ketika datang bulan. Wanita lebih banyak menderita migren ketimbang pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Gaya hidup yang sehat adalah solusi utamanya. Tidak merokok, jangan banyak minum alkohol, tidur yang cukup, makanan sehat, dan olahraga ringan setiap hari dijamin bisa membuat seseorang bebas sakit kepala. Lain halnya kalau memang Anda menderita penyakit bawaan yang bisa menyebabkan sakit kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pusing karena ketegangan otot adalah yang paling sering terjadi. Otot leher dan bahu yang tegang sangat berpotensi menyebabkan pusing. Kalau sudah begini, sakitnya bisa berlangsung berhari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pria lebih sering menderita sakit kepala berkepanjangan ketimbang wanita. Sakit kepala ini biasanya muncul pada jam yang sama di beberapa hari secara teratur. Sakit kepala semacam ini bisa membuat seseorang tak berdaya. Tapi umumnya pusing ini hanya bertahan paling lama 90 menit. Perokok dan seseorang yang hobi minum alkohol biasanya kerap menderita pusing semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pusing karena es krim bukan sekadar mitos. Mengkonsumsi makanan pencuci mulut yang dingin atau setengah membeku juga bisa mengakibatkan sakit kepala. Pusing semacam ini disebabkan oleh ketegangan pembuluh darah akibat serangan dingin dari es krim. Gangguan aliran darah ini bisa mengakibatkan pembengkakan pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Beberapa makanan pemicu sakit kepala antara lain, cokelat, keju kuning, produk-produk susu, daging merah, ekstrak sayuran, dan makanan yang tinggi kandungan monosodium glutamate dan alkohol. Tapi reaksi seseorang tak selalu sama, semuanya tergantung metabolisme tubuh orang tersebut.&lt;br /&gt;               &lt;b&gt;(Idionline/DetikCom)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4352369652017015978-3691282392010191360?l=keperawatan03.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatan03.blogspot.com/feeds/3691282392010191360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4352369652017015978&amp;postID=3691282392010191360' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/3691282392010191360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/3691282392010191360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatan03.blogspot.com/2008/06/fakta-seputar-sakit-kepala.html' title='FAKTA SEPUTAR  SAKIT KEPALA'/><author><name>Setiya Budi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00169201909449638392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_MGVBweCrNts/SGIoEG95aII/AAAAAAAAAFs/4Dy7jWrIHhY/S220/Foto(240).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4352369652017015978.post-6230522762150177623</id><published>2008-06-24T07:26:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T07:27:48.686-07:00</updated><title type='text'>FAKTA - FAKTA TENTANG  AIDS</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="605"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judulteaser" height="81" valign="top"&gt;&lt;table class="normaltext" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;HIV ( Human Immunodeficiency Virus ) adalah virus penyebab AIDS. Bekerja dengan melemahkan sistem kekebalan tubuh (sel darah putih) sehingga orang yang telah terinfeksi HIV akan mudah terserang penyakit yang dapat mengancam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;/tr&gt;                  &lt;tr valign="top"&gt;                 &lt;td&gt;AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kumpulan beberapa gejala akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi virus HIV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Adalah orang-orang yang telah positif terinfeksi virus HIV dengan pemeriksaan laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Bisa Tertular HIV ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Siapapun bisa tertular HIV jika perilakunya berisiko&lt;br /&gt;• Penampilan luar bukan jaminan bebas HIV&lt;br /&gt;• ODHA sering terlihat sehat dan merasa sehat&lt;br /&gt;• Jika belum melakukan tes HIV, ODHA tidak tahu bahwa dirinya sudah tertular dan dapat menularkan HIV kepada orang lain.&lt;br /&gt;• Tes HIV adalah satu-satunya cara untuk mendapat kepastian tertular HIV atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIV Menular Melalui :&lt;br /&gt;• Menggunakan jarum suntik secara bergantian, jarum bekas atau yang tidak steril&lt;br /&gt;• Hubungan seks dengan atau tanpa berganti-ganti pasangan&lt;br /&gt;• Dari ibu ke bayi melalui proses hamil, melahirkan atau  menyusui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIV Tidak Menular Melalui :&lt;br /&gt;• Gigitan nyamuk atau serangga lain&lt;br /&gt;• Bersalaman, pelukan atau berciuman.&lt;br /&gt;• Berenang bersama&lt;br /&gt;• Terpapar batuk atau bersin&lt;br /&gt;• Memakai toilet bersama&lt;br /&gt;• Berbagi makanan atau menggunakan alat makan bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Infeksi HIV :&lt;br /&gt;• Tertular pertama kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Periode laten (2 mgg – 6 bulan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa antara masuknya virus HIV pertama kali ke dalam tubuh sampai terbentuknya antibodi terhadap virus. Fase ini sudah bersifat menular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• HIV positif (1 – 10 tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa ini tanpa gejala, tampak sehat dan dapat beraktivitas sepeerti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• AIDS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kekebalan tubuh yang melemah menyebabkan tubuh rentan terkena infeksi atau penyakit ringan seperti batuk-pilek, sariawan, penyakit seksual,TBC, hepatitis dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Mengetahui Status HIV ?&lt;br /&gt;Status HIV hanya dapat diketahui melalui :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Testing HIV, yakni pengambilan darah dan pemeriksaan laboratorium disertai konseling pre dan pasca testing..&lt;br /&gt;• Konseling dan Testing HIV Sukarela dilakukan dengan prinsip tanpa paksaan (sukarela), hasilnya dirahasiakan serta terjamin kualitasnya.&lt;br /&gt;• Manfaat Konseling dan Testing HIV Sukarela :&lt;br /&gt;- mendapat informasi, pelayanan &amp;amp; perawatan sesuai kebutuhan masing-masing.&lt;br /&gt;- Dukungan untuk perubahan perilaku yang lebih sehat dan aman dari penularan HIV&lt;br /&gt;- Secara mental siap menerima hasil tes HIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Nurkhalis, dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;               &lt;b&gt;(Redaksi Idionline)&lt;/b&gt;  &lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;              &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;              &lt;!-- #EndEditable --&gt;                        &lt;/td&gt;                       &lt;td rowspan="2" width="20"&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="10"&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                                                                            &lt;img src="http://www.keluargasehat.com/img/bar-bawah1.jpg" usemap="#Map2" border="0" height="42" width="780" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4352369652017015978-6230522762150177623?l=keperawatan03.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatan03.blogspot.com/feeds/6230522762150177623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4352369652017015978&amp;postID=6230522762150177623' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/6230522762150177623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4352369652017015978/posts/default/6230522762150177623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatan03.blogspot.com/2008/06/fakta-fakta-tentang-aids.html' title='FAKTA - FAKTA TENTANG  AIDS'/><author><name>Setiya Budi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00169201909449638392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_MGVBweCrNts/SGIoEG95aII/AAAAAAAAAFs/4Dy7jWrIHhY/S220/Foto(240).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
